Al-WAHID ( DZAT YANG ESA)

(Disebutkan dalam al-Qur’an: 22 kali)

قُلۡ إِنَّمَاۤ أَنَا۠ مُنذِرࣱۖ وَمَا مِنۡ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلۡوَ ٰ⁠حِدُ ٱلۡقَهَّارُ

Dan sekali-kali tidak ada Illah (yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” (QS.Shaad: 65)

Ya Alloh Engkau “Maha Tunggal” Dan Aku Hanya Hamba Yang Kau Jodohkan
Ya Alloh Engkau “Maha Tunggal” Dan Aku Hanya Hamba Yang Kau Jodohkan

Al-Wahid berarti Esa, tidak ada yang kedua. Dia diesakan dalam segala kesempurnaan, di mana tidak ada yang menyamai-Nya padanya.

Makna keesaan Allah adalah mengingkari adanya kesamaan Allah dengan selain-Nya.

وَلَمۡ یَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”[Surat Al-Ikhlas 4]

Allah Ta’ala, Dia-lah Ilah yang Esa dan Tunggal, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia satu-satunya, tidak ada sekutu dan tidak ada yang menyamai-Nya, baik dalam Dzat, sifat, maupun perbuatan. Maka tidak boleh menyamakan Allah dengan siapa pun dari makhluk ciptaan-Nya, karena Dia Maha Esa, tidak ada saingan dan tidak pula bandingan.

قُلۡ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ قُلِ ٱللَّهُۚ قُلۡ أَفَٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِهِۦۤ أَوۡلِیَاۤءَ لَا یَمۡلِكُونَ لِأَنفُسِهِمۡ نَفۡعࣰا وَلَا ضَرࣰّاۚ قُلۡ هَلۡ یَسۡتَوِی ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِیرُ أَمۡ هَلۡ تَسۡتَوِی ٱلظُّلُمَـٰتُ وَٱلنُّورُۗ أَمۡ جَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَاۤءَ خَلَقُوا۟ كَخَلۡقِهِۦ فَتَشَـٰبَهَ ٱلۡخَلۡقُ عَلَیۡهِمۡۚ قُلِ ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَیۡءࣲ وَهُوَ ٱلۡوَ ٰ⁠حِدُ ٱلۡقَهَّـٰرُ

Katakanlah (Muhammad), “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa.”[Surat Ar-Ra’d 16]

Wajib bagi seorang hamba mengesakan Allah dalam ‘aqidah, ucapan dan perbuatan, dengan cara mengakui kesempurnaan mutlak bagi-Nya, dan mengesakan-Nya dalam setiap ibadah.

Allah berfirman :

یَـٰصَـٰحِبَیِ ٱلسِّجۡنِ ءَأَرۡبَابࣱ مُّتَفَرِّقُونَ خَیۡرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلۡوَ ٰ⁠حِدُ ٱلۡقَهَّارُ

Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa? [Surat Yusuf : 39]

Tidak dibolehkan bagi seorang hamba menghadapkan wajah dalam beribadah (menjadikan tujuan) kepada selain Rabb yang telah menciptakan mereka, baik dalam shalat, do’a, sembelihan, nadzar, tawakkal, harapan, rasa takut dan ketundukan, dan hendaklah mereka sejalan dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada Nabi-Nya dalam firman-Nya:

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِی وَنُسُكِی وَمَحۡیَایَ وَمَمَاتِی لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ ۝  لَا شَرِیكَ لَهُۥۖ وَبِذَ ٰلِكَأُمِرۡتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِینَ

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, hewan sembelihanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan untuk itulah aku diperintah dan aku adalah orang yang pertama memasrahkan diri.” (QS. Al-An’am: 162-163)

Pada hari kiamat semua manusia tunduk kepada Allah Al-Wahid, karena di hari itu tidak ada lagi kekuasaan dan kepemilikan manusia semuanya milik Allah Al-Wahid.

Allah Berfirman :

یَوۡمَ هُم بَـٰرِزُونَۖ لَا یَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنۡهُمۡ شَیۡءࣱۚ لِّمَنِ ٱلۡمُلۡكُ ٱلۡیَوۡمَۖ لِلَّهِ ٱلۡوَ ٰ⁠حِدِ ٱلۡقَهَّارِ

(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. [Surat Ghafir : 16]

Tidak disebutkan nama al-Wahid dalam do’a yang ma’tsur dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, namun ia merupakan nama yang digunakan untuk menyanjung dan mengagungkan Allah.

Penulis :

Haidar Andika

Sumber Artikel dari Asmaul Husna Center: https://asmaulhusnacenter.com/al-wahid-dzat-yang-esa.html


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم – قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ – اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ – لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ – وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Allâhumma-ghfir liummati sayyidinâ muhammadin, allâhumma-rham ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma-stur ummata sayyidinâ muhammadin.

Allahumma maghfiratuka awsa’u min dzunubi wa rahmatuka arja ‘indi min ‘amali.

Ya Alloh Engkau “Maha Tunggal” Dan Aku Hanya Hamba Yang Kau Jodohkan
Ya Alloh Engkau “Maha Tunggal” Dan Aku Hanya Hamba Yang Kau Jodohkan